NewsBojonegoro.com — Video bangunan reyot yang disebut sebagai sekolah di Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, viral di berbagai platform media sosial. Menyikapi hal itu, Pemerintah Desa Napis memberikan klarifikasi resmi. Kepala Desa Napis, Mulyono akrab disapa Bhima menegaskan bahwa bangunan dalam video tersebut bukan sekolah negeri, melainkan madrasah swasta yang dibangun secara gotong royong oleh warga Dusun Koripan.
Kepada News Bojonegoro, Mulyono menjelaskan bahwa bangunan tersebut digunakan untuk kegiatan belajar Madrasah Ibtidaiyah (MI) kelas 1, 2, dan 3, dan berdiri di atas tanah pribadi milik warga Dusun Koripan. Kondisi bangunan yang sederhana disebabkan keterbatasan kemampuan ekonomi masyarakat setempat.
“Madrasah itu milik yayasan dan dibangun swadaya oleh warga. Fungsinya untuk menampung murid kelas 1 sampai kelas 3. Sedangkan madrasah induknya, MI Silahul Muslimin, berada di Dusun Daplangu,” jelasnya, Rabu (26/11/2025).
Madrasah ini berada di bawah naungan Yayasan Subulul Huda, yang juga menaungi RA yang berdiri sejak 2014. Namun, Mulyono menegaskan bahwa tanah tempat madrasah tersebut berdiri belum berstatus wakaf.
“Kalau induknya sudah beberapa kali dapat pokir dari DPRD. Tapi yang viral ini masih berdiri di atas tanah pribadi. Kami dari pemerintah desa juga tidak bisa menganggarkan bantuan jika status tanahnya belum wakaf,” tegasnya.
Mulyono berharap masyarakat tidak salah memahami video tersebut dan tidak mengira bahwa bangunan itu merupakan sekolah negeri yang diabaikan oleh pemerintah. “Ini murni inisiatif warga untuk menyediakan akses pendidikan dini bagi anak-anak di dusun,” ujarnya.
Pemerintah desa membuka pintu bagi para dermawan, lembaga sosial, maupun pihak lain yang ingin berkolaborasi membantu peningkatan sarana dan prasarana madrasah tersebut.





























































