<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Musaffa Safril Arsip - newsbojonegoro</title>
	<atom:link href="https://newsbojonegoro.com/tag/musaffa-safril/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://newsbojonegoro.com/tag/musaffa-safril/</link>
	<description>Sumber Informasi Terdepan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Oct 2026 01:24:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://newsbojonegoro.com/wp-content/uploads/2025/10/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>Musaffa Safril Arsip - newsbojonegoro</title>
	<link>https://newsbojonegoro.com/tag/musaffa-safril/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>PKL GP Ansor Bojonegoro, KH Hilmi Aljumadi dan Musaffa Safril Tekankan Kader Siap Khidmah dan Jiwa Korsa</title>
		<link>https://newsbojonegoro.com/peristiwa/pkl-gp-ansor-bojonegoro-kh-hilmi-aljumadi-dan-musaffa-safril-tekankan-kader-siap-khidmah-dan-jiwa-korsa/</link>
					<comments>https://newsbojonegoro.com/peristiwa/pkl-gp-ansor-bojonegoro-kh-hilmi-aljumadi-dan-musaffa-safril-tekankan-kader-siap-khidmah-dan-jiwa-korsa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[newsadmin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2026 01:24:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keagamaan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Balen]]></category>
		<category><![CDATA[Banser Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[GP Ansor Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[kaderisasi NU]]></category>
		<category><![CDATA[KH Hilmi Aljumadi]]></category>
		<category><![CDATA[Musaffa Safril]]></category>
		<category><![CDATA[PCNU Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[PKL GP Ansor]]></category>
		<category><![CDATA[PW GP Ansor Jawa Timur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://newsbojonegoro.com/?p=6487</guid>

					<description><![CDATA[<p>NewsBojonegoro.com &#124; Bojonegoro – Pendidikan Kader Lanjutan (PKL) Gerakan Pemuda (GP) Ansor <a class="read-more" href="https://newsbojonegoro.com/peristiwa/pkl-gp-ansor-bojonegoro-kh-hilmi-aljumadi-dan-musaffa-safril-tekankan-kader-siap-khidmah-dan-jiwa-korsa/" title="PKL GP Ansor Bojonegoro, KH Hilmi Aljumadi dan Musaffa Safril Tekankan Kader Siap Khidmah dan Jiwa Korsa" itemprop="url"></a></p>
<p>Artikel <a href="https://newsbojonegoro.com/peristiwa/pkl-gp-ansor-bojonegoro-kh-hilmi-aljumadi-dan-musaffa-safril-tekankan-kader-siap-khidmah-dan-jiwa-korsa/">PKL GP Ansor Bojonegoro, KH Hilmi Aljumadi dan Musaffa Safril Tekankan Kader Siap Khidmah dan Jiwa Korsa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://newsbojonegoro.com">newsbojonegoro</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://newsbojonegoro.com">NewsBojonegoro.com</a></strong> | <strong><a href="http://Bojonegorokab.go.id">Bojonegoro</a></strong> – Pendidikan Kader Lanjutan (PKL) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bojonegoro menjadi momentum untuk memperkuat kaderisasi sekaligus membentuk karakter kader yang siap mengabdi kepada Nahdlatul Ulama (NU). Dalam pembukaan kegiatan tersebut, Katib Syuriah PCNU Bojonegoro KH. Hilmi Aljumadi menekankan pentingnya kesiapan kader untuk berkhidmah, sedangkan Ketua PW GP Ansor Jawa Timur H. Musaffa Safril mengingatkan bahwa jiwa korsa harus dibangun melalui kepedulian dan solidaritas nyata.</p>
<p>Pembukaan PKL GP Ansor Bojonegoro berlangsung di halaman MTs Unggulan Islamiyah Balen, Desa Balenrejo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (8/10/2026).</p>
<p>Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PW GP Ansor Jawa Timur H. Musaffa Safril beserta jajaran, Rois Syuriah PCNU Bojonegoro KH. Maimun Syafi&#8217;i, Katib Syuriah PCNU Bojonegoro KH. Hilmi Aljumadi, Wakil Sekretaris PCNU Bojonegoro Dr. Saiful Anwar, serta Kusnandaka Catur selaku Asisten Sekda (Asda) Pemkab Bojonegoro.</p>
<p>Hadir pula Ketua PC GP Ansor Bojonegoro Mochamad Nurwahyudi, Kasatkorcab Banser Bojonegoro Moh. Muhtadin, perwakilan badan otonom (Banom) NU, jajaran MWCNU Balen, Forkopimcam Balen, Kepala Desa Balenrejo, serta para peserta PKL.</p>
<p><strong>KH Hilmi Aljumadi: Kader Harus Siap Ketika NU Membutuhkan</strong></p>
<p>Katib Syuriah PCNU Bojonegoro KH. Hilmi Aljumadi yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin mengapresiasi pelaksanaan PKL sebagai bagian penting dalam menyiapkan generasi penerus NU.</p>
<p>Menurutnya, kaderisasi harus menjadi proses pembentukan kader secara menyeluruh, baik dari sisi pengetahuan, mental, maupun kesiapan menjalankan amanah organisasi.</p>
<blockquote><p>“Benar-benar dikader betul sehingga digembleng lahir batin siap mengabdi di Nahdlatul Ulama pada usianya nanti,” kata KH. Hilmi Aljumadi.</p></blockquote>
<p>Ia berharap para peserta PKL senantiasa diberikan kesehatan dan kesempatan untuk terus berkhidmah kepada NU. Dengan proses kaderisasi yang baik, organisasi diharapkan memiliki kader-kader unggul yang siap melanjutkan perjuangan para pendahulu.</p>
<blockquote><p>“Ke depan kita ayem, kita senang, punya kader-kader yang benar-benar bibit-bibit unggul dari yang paling dasar,” tuturnya.</p></blockquote>
<p>KH. Hilmi juga menegaskan bahwa kader yang telah mengikuti pendidikan lanjutan diharapkan mampu mengambil peran ketika organisasi membutuhkan tenaga dan pemikirannya, khususnya di Kabupaten Bojonegoro.</p>
<blockquote><p>“Kalau jadi PKL seperti ini, insyaallah sak wayah-wayah kapanpun NU butuh, sudah siap untuk ditampilkan di wajah-wajah terutama di Kabupaten Bojonegoro,” ujarnya.</p></blockquote>
<p><strong>Tekankan Tasamuh, Tawasuth, dan Tawazun</strong></p>
<p>Selain kesiapan berorganisasi, KH. Hilmi mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan dan kedamaian di tengah kehidupan bermasyarakat. Kader NU, menurutnya, harus mampu mengamalkan nilai tasamuh, tawasuth, dan tawazun.</p>
<p>Nilai-nilai tersebut menjadi bekal bagi kader untuk membangun sikap toleran, moderat, serta seimbang dalam menyikapi berbagai persoalan.</p>
<blockquote><p>“Jiwanya ada tasamuh, ada tawasut, ada tawazun, yang bisa ngemong sesama Islam maupun non-muslim,” ungkapnya.</p></blockquote>
<p>Ia berharap kader Ansor mampu menjadi bagian dari kekuatan yang menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus menghadirkan kesejukan ketika muncul persoalan di tengah masyarakat.</p>
<blockquote><p>“Jadi, kita butuh ketenangan, butuh damai, butuh rukun dengan siapapun,” tegas KH. Hilmi.</p></blockquote>
<p><strong>Musaffa Safril: Jiwa Korsa Harus Dibuktikan dengan Kepedulian</strong></p>
<p>Sementara itu, Ketua PW GP Ansor Jawa Timur H. Musaffa Safril menegaskan bahwa kecintaan terhadap organisasi tidak cukup diwujudkan melalui ucapan atau semangat seremonial. Kecintaan tersebut harus dibuktikan melalui kepedulian terhadap sesama kader.</p>
<p>Musaffa menceritakan dirinya tetap hadir dalam pembukaan PKL meskipun sebelumnya mendapat anjuran dokter untuk beristirahat total. Ia mengaku terdorong datang karena kecintaannya kepada GP Ansor dan para kader.</p>
<blockquote><p>“Saya cinta terhadap Ansor, walaupun tadi malam saya diwanti-wanti betul oleh dokter tidak boleh ke mana-mana, harus istirahat total,” kata Musaffa Safril.</p></blockquote>
<p>Ia mengajak para peserta memahami bahwa berkhidmah di Ansor juga berarti menjaga warisan perjuangan para ulama, termasuk perjuangan KH. Hasyim Asy&#8217;ari dalam membangun dan mengembangkan NU.</p>
<blockquote><p>“Cinta terhadap warisan yang diwariskan oleh Mbah Hasyim Asy&#8217;ari, kita jaga bersama-sama kadernya para ulama ini, sahabat-sahabat sekalian,” ujarnya.</p></blockquote>
<p>Menurut Musaffa, salah satu kekuatan GP Ansor adalah jiwa korsa dan solidaritas antarkader. Namun, semangat tersebut tidak boleh berhenti pada yel-yel atau slogan organisasi.</p>
<p>Jiwa korsa harus tumbuh melalui tindakan nyata, seperti hadir ketika sesama kader sakit, membantu ketika ada kesulitan, serta memberikan dukungan saat sahabat membutuhkan pertolongan.</p>
<blockquote><p>“Jiwa korsa bisa lahir daripada kepedulian, tumbuh dari solidaritas dan teruji ketika ada kader yang sakit, panjenengan hadir, hadir di antara kebutuhan-kebutuhan sahabat-sahabat yang lain,” jelasnya.</p></blockquote>
<p>Ia juga menyinggung program Buser atau Bantuan untuk Banser yang dijalankan PW GP Ansor Jawa Timur sebagai salah satu bentuk kepedulian organisasi terhadap kader.</p>
<blockquote><p>“Nah, itulah dari situ kemudian sahabat-sahabat sekalian, cara kita membangun jiwa korsa itu, membangun dari kepedulian, tidak hanya dengan yel-yel,” tegas Musaffa.</p></blockquote>
<p><strong>PKL Bukan Sekadar Transfer Ilmu</strong></p>
<p>Lebih lanjut, Musaffa menekankan bahwa kaderisasi bukan sekadar ruang untuk mentransfer pengetahuan, melainkan proses menempa karakter, mental, dan kedewasaan sebelum seorang kader menerima amanah kepemimpinan.</p>
<p>Ia mengingatkan bahwa seorang pemimpin tidak lahir secara instan. Ada proses belajar, ujian, serta pembentukan karakter yang harus dilalui sebelum seseorang dinilai siap menjalankan tanggung jawab.</p>
<blockquote><p>“Dari sini kita belajar, bahwa manusia tidak lahir langsung menjadi pemimpin. Ia harus ditempa, diajari, diuji, dan kemudian diberi amanah,” tuturnya.</p></blockquote>
<p>Karena itu, peserta PKL diharapkan mampu membangun mental yang kuat, tidak mudah terbawa persoalan personal, serta tetap mengutamakan kepentingan organisasi.</p>
<blockquote><p>“Maka kaderisasi ini selain menanamkan ilmu pengetahuan, adalah menempa karakter sahabat-sahabat sekalian biar tidak baperan,” katanya.</p></blockquote>
<p>Musaffa juga mengingatkan bahwa kaderisasi tidak berakhir setelah seluruh rangkaian PKL dan pembaiatan selesai. Justru, proses sesungguhnya dimulai ketika para kader kembali ke struktur organisasi masing-masing dan menjalankan amanah di tengah masyarakat.</p>
<blockquote><p>“Ikuti kaderisasi ini dengan baik. Bukan hanya ketika hari ini panjenengan masuk dan nanti setelah pembaiatan,” pesannya.</p></blockquote>
<p>Ia menambahkan, pembelajaran dan ujian sesungguhnya akan dirasakan ketika kader mulai menjalankan tanggung jawab di Pimpinan Cabang (PC) maupun Pimpinan Anak Cabang (PAC).</p>
<blockquote><p>“Tapi ajaran yang sesungguhnya, belajaran yang sesungguhnya, ujian yang sesungguhnya ketika panjenengan jadi pengurus di pimpinan cabang, jadi pengurus di pimpinan anak cabang,” ujarnya.</p></blockquote>
<p>Menutup pesannya, Musaffa mengajak seluruh kader untuk membangun GP Ansor dengan ketulusan, menjaga hubungan baik antarsesama, serta mengedepankan sikap saling menghormati dalam menjalankan roda organisasi.</p>
<blockquote><p>“Mari kita ber-Ansor dengan kebaikan hati, sahabat-sahabat sekalian,” pungkasnya. (Red)</p></blockquote>
<p>Artikel <a href="https://newsbojonegoro.com/peristiwa/pkl-gp-ansor-bojonegoro-kh-hilmi-aljumadi-dan-musaffa-safril-tekankan-kader-siap-khidmah-dan-jiwa-korsa/">PKL GP Ansor Bojonegoro, KH Hilmi Aljumadi dan Musaffa Safril Tekankan Kader Siap Khidmah dan Jiwa Korsa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://newsbojonegoro.com">newsbojonegoro</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://newsbojonegoro.com/peristiwa/pkl-gp-ansor-bojonegoro-kh-hilmi-aljumadi-dan-musaffa-safril-tekankan-kader-siap-khidmah-dan-jiwa-korsa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
