NewsBojonegoro.com | Bojonegoro — Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Kapas, Cabang Bojonegoro Pusat Madiun, hari ini menggelar prosesi Penerimaan Sabuk (Pendadaran) yang berlangsung sejak pagi, Minggu (30/11/2025). Sebanyak 130 siswa, terdiri dari 89 siswa program umum dan 41 siswa program privat, mengikuti rangkaian uji kemampuan fisik, teknik, mental, dan etika.

Ketua SH Terate Ranting Kapas, Kangmas Warsiman, menegaskan bahwa pendadaran bukan hanya ritual kenaikan tingkat, tetapi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai luhur yang menjadi pondasi SH Terate sejak didirikan. Menurutnya, setiap siswa harus memahami bahwa tujuan SH Terate bukan hanya mencetak pesilat yang kuat secara teknis, tetapi membentuk manusia berbudi pekerti yang berlandaskan persaudaraan sejati.
“Hari ini kita melaksanakan Penerimaan Sabuk (Pendadaran) bagi seluruh siswa. Ini bukan sekadar ujian fisik dan jurus, tetapi perjalanan untuk mengokohkan nilai-nilai luhur SH Terate. Kegiatan ini mengajarkan kedisiplinan, kerendahan hati, hormat kepada sesama, serta tanggung jawab terhadap diri sendiri dan organisasi,” ujar Kangmas Warsiman.
Ia juga menekankan pentingnya sikap dan perilaku dalam setiap tahapan pendadaran. Menurutnya, ajaran SH Terate selalu menempatkan budi pekerti luhur sebagai inti pembinaan.
“SH Terate selalu mengajarkan bahwa kekuatan utama seorang warga Terate bukan pada otot dan kecepatan, tetapi pada hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan tindakan yang membawa manfaat. Kesaktian atau kemampuan jurus hanyalah sarana. Yang utama adalah menjadi manusia yang mampu memayu hayuning bawana, menjaga harmoni dan keselamatan lingkungan,” lanjut Kangmas Warsiman.
Dirinya juga mengingatkan agar seluruh siswa menjalani pendadaran dengan sikap tepo sliro, saling menghargai antar peserta, serta menjaga rasa persaudaraan tanpa membeda-bedakan latar belakang.
“Di SH Terate, tidak ada yang dibedakan. Kita semua saudara. Pendadaran ini harus dijalani dengan penuh kesungguhan, keikhlasan, dan saling menghormati. Jangan hanya mengejar sabuk sebagai simbol, tetapi pahami makna di baliknya. Sabuk itu tanda bahwa kalian telah siap mengemban nilai-nilai Terate dalam keseharian,” tegasnya.
Kangmas Warsiman juga berpesan agar proses pendadaran menjadi ruang latihan mental. Menurutnya, kemampuan menahan lelah, menjaga fokus, dan tetap menjunjung etika adalah cermin dari pribadi yang matang.
“Pendadaran melatih kalian menghadapi tekanan, kelelahan, dan berbagai situasi yang membutuhkan keteguhan hati. Inilah momen untuk melatih kesabaran, ketegasan, dan kontrol diri. Seorang warga Terate itu bukan hanya tangguh, tetapi juga welas asih dan mampu menahan diri ketika diperlukan,” tambahnya.
Tak lupa, ia mengucapkan terima kasih atas hadirnya para pelatih, Pamter, dan pengurus yang sejak pagi sudah mempersiapkan seluruh rangkaian.
Pendadaran berjalan tertib dan penuh semangat. Para siswa terlihat berusaha menunjukkan kemampuan terbaik mereka, sementara pengurus dan pelatih memastikan seluruh rangkaian berjalan aman, terarah, dan sesuai nilai-nilai SH Terate.
Kangmas Warsiman menutup dengan pesan mendalam bahwa menjadi warga Terate bukan hanya soal teknik bela diri, tetapi soal moralitas, etika, dan manfaat bagi sesama.
“Semoga pendadaran ini menjadi titik awal bagi para siswa untuk melangkah menuju kedewasaan diri. Jadilah manusia yang selalu membawa kebaikan, menebarkan persaudaraan, dan menjaga martabat SH Terate di manapun berada. Matur suwun atas kerja sama dan dedikasi semua pihak,” pungkasnya.
Untuk memastikan seluruh rangkaian berjalan tertib, panitia telah menyusun pembagian tugas secara rinci. Bagian absensi dipercayakan kepada Mas Bambang, sementara Pamter bertugas menjaga keamanan selama kegiatan berlangsung. Pembagian petugas di masing-masing pos dikoordinasikan oleh Mas Siswanto, sedangkan pengelompokan siswa ditangani oleh Mas Supeno dan Mas Farid. Adapun pelaksanaan teknis pendadaran dibimbing langsung oleh Pengurus Ranting dan para Pelatih Rayon.

Di lapangan, kegiatan dikendalikan oleh dua koordinator pelaksana, yakni Mas Hartono dan Mas Ridwan, yang memastikan setiap tahapan berjalan sesuai prosedur. Seluruh rangkaian berada di bawah tanggung jawab penuh Ketua Ranting, Kakangmas Warsiman.
Proses pendadaran dimulai sejak pagi. Pukul 05.30–06.00 WIB peserta melaksanakan absensi, dilanjutkan pembagian petugas pada pukul 06.00–06.30 WIB. Tepat pukul 06.30 WIB, pendadaran resmi dimulai dengan rangkaian uji kemampuan serta pembinaan nilai-nilai luhur SH Terate. Seluruh kegiatan dijadwalkan berakhir pada pukul 12.00 WIB, setelah seluruh tahapan pendadaran selesai dilaksanakan.





























































