News Bojonegoro — Anggota DPRD Bojonegoro dari Fraksi Golkar Sigit Kushariyanto, menggelar reses masa sidang ketiga di Desa Ngraseh Kecamatan Dander, Sabtu (12/11/2025). Kegiatan tersebut dihadiri Camat Dander, Kapolsek Dander, Anggota DPR RI Eko Wahyudi, serta sekitar 100 warga dari wilayah Dapil I.
Dalam sesi dialog, Sigit menyoroti dua persoalan utama yang menjadi keluhan masyarakat, yakni distribusi pupuk dan capaian program pembangunan di sejumlah desa.
Menurutnya, aduan mengenai pupuk masih mendominasi setiap kali ia turun ke lapangan.
“Banyak laporan soal pupuk masuk ke kami. Ini terus kami kawal agar kuotanya tidak menyempit dan petani tetap mendapatkan alokasi sesuai kebutuhan di lapangan,” tegasnya.
Selain persoalan pupuk, Sigit memaparkan beberapa program yang telah terealisasi berdasarkan aspirasi masyarakat pada reses sebelumnya.
“Alhamdulillah, beberapa usulan warga sudah terlaksana. Mulai perbaikan jalan lingkungan, bantuan alat pertanian, hingga program pemberdayaan. Ini bukti bahwa aspirasi panjenengan kami perjuangkan dan kami kawal sampai benar-benar diwujudkan,” ujarnya.
Sigit juga menyinggung persoalan banjir yang masih terjadi di beberapa titik wilayah Dander. Keluhan tersebut, kata dia, telah masuk laporan resmi dan saat ini tengah ditangani melalui koordinasi dengan OPD teknis.
“Beberapa titik rawan banjir sudah kami sampaikan kepada dinas terkait dan sejumlah lokasi sudah masuk penganggaran. Namun, karena wilayah Dander ini merupakan area pembuangan air dari hutan, ketika hutan gundul seperti sekarang, penyelesaiannya tidak bisa cepat. Mohon bersabar, insyaAllah kami kawal sampai tuntas,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa reses bukan hanya forum penyerapan aspirasi, tetapi juga memastikan setiap persoalan warga mendapat solusi melalui mekanisme yang tepat.
Di sisi lain, Anggota DPR RI Eko Wahyudi menekankan bahwa persoalan pupuk tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Ia menyebut perlunya kolaborasi antara dinas, pekerja, dan pelaku usaha agar distribusi pupuk lebih lancar dan merata.
“Semua ini saling membutuhkan. Dinas membutuhkan pekerja, pekerja membutuhkan pengusaha, dan pengusaha juga membutuhkan dukungan dinas. Artinya, semuanya harus bergerak bersama,” ungkapnya.
Eko menambahkan bahwa ia mendapat amanah membidangi sektor pertanian di tingkat pusat sehingga berbagai persoalan pertanian akan terus ia kawal.
“Selama saya diberikan amanah, tentu saya akan memperjuangkan aspirasi panjenengan,” tandasnya.
Sementara itu, Camat Dander Teguh Wibowo SH., MH. mengapresiasi sinergi antara DPRD, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa. Ia menyebut berbagai program kabupaten—mulai dari ketahanan pangan, Makan Bergizi Gratis, peningkatan pertanian, pembentukan Koperasi Merah Putih Sejahtera Rakyat, hingga program Gayatri dan bantuan domba BKK—telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Camat juga mengingatkan agar penyampaian usulan tetap mengacu pada skala prioritas, mengingat adanya potensi penyesuaian anggaran dari pemerintah pusat pada tahun mendatang.
Kegiatan reses berlangsung antusias. Warga aktif menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan infrastruktur desa, sarana pertanian, hingga penguatan kelompok tani.






























































