NewsBojonegoro.com — Di tengah tingginya angka pengangguran usia muda, gelaran Sepekan Bojonegoro Enggal Kerjo (Pekan Bejo) 2025 menjadi oase harapan baru bagi ribuan pencari kerja. Sejak pagi, antrean mengular di halaman GOR Dabonsia, Ngumpak Dalem, tempat job fair terbesar Bojonegoro itu digelar, Rabu (26/11/2025).
Atmosfernya bukan sekadar ramai penuh energi dan optimisme. Anak-anak muda datang membawa map hijau, CV, hingga portofolio, berebut peluang kerja di tengah persaingan yang kian ketat. Puluhan perusahaan lintas sektor hadir: industri, jasa, kesehatan, perdagangan hingga migas, membuka pintu rekrutmen seluas-luasnya bagi warga Bojonegoro.
Dalam pembukaan acara, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama seluruh kepala OPD terlihat hadir, menandai keseriusan Pemkab dalam memperluas akses kerja bagi generasi muda.
Bupati menegaskan bahwa pemerintah memiliki tiga tugas utama dalam sektor ketenagakerjaan:
1. Membangun lapangan kerja
2. Menciptakan lapangan kerja
3. Melestarikan lapangan kerja
“Ini PR besar bagi kita semua. Saya memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada perusahaan yang hadir dan membuka ruang kerja bagi masyarakat Bojonegoro,” ujarnya tegas.

Ia juga mengingatkan pentingnya transparansi rekrutmen, terutama bagi BUMD dan perusahaan daerah, agar tidak ada lowongan yang dibuka secara tiba-tiba tanpa mekanisme resmi yang jelas.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Bojonegoro, Amir Syahid, menyebut Pekan Bejo 2025 sebagai strategi penting pemerintah dalam menekan tingginya angka pengangguran muda yang saat ini masih mendominasi komposisi pencari kerja.
“Pekan Bejo ini bukan hanya tempat melamar kerja. Ini ruang belajar, memahami kompetensi, dan membangun kesiapan generasi muda kita,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa keberagaman perusahaan yang hadir—dari lokal hingga nasional—memberi peluang lebih besar bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan sesuai kompetensi.
Amir juga memastikan pemerintah akan terus mendorong proses rekrutmen yang transparan, terbuka, dan mudah diakses, sehingga setiap warga memiliki kesempatan yang setara.
“Kami ingin masyarakat Bojonegoro mendapat peluang kerja yang adil. Kerjasama antara pemerintah, perusahaan, dan para pencari kerja sangat menentukan masa depan ketenagakerjaan kita,” tegasnya.
Lebih jauh, Pemkab berkomitmen memperkuat kualitas SDM lokal melalui pelatihan vokasi, peningkatan kompetensi, hingga sertifikasi berbasis kebutuhan industri. Langkah ini diharapkan bisa menekan pengangguran muda dan menyiapkan generasi pekerja yang adaptif.
“Harapan kami, Pekan Bejo menjadi ruang lahirnya tenaga kerja kompeten yang mampu memberi kontribusi nyata bagi Bojonegoro,” pungkasnya.
Di tengah keramaian, banyak kisah harapan terhampar. Salah satunya datang dari Ali, pemuda asal Kecamatan Gondang, yang datang sejak pagi membawa delapan amplop lamaran.
“Iya mas, saya sengaja datang lebih awal. Siapa tahu bisa diterima bekerja,” tuturnya lirih namun optimistis.
Wajah-wajah muda tampak bergantian menyerahkan berkas di setiap stan perusahaan—menandakan betapa besarnya kebutuhan akan pekerjaan dan betapa vitalnya kehadiran job fair seperti Pekan Bejo.






























































