NewsBojonegoro.com — Humas MAN 1 Bojonegoro, Sudjarwo, M.Pd, memberikan klarifikasi resmi terkait belasan siswi yang mengalami diare dan harus mendapatkan perawatan medis sejak Kamis malam (28/11/2025). Klarifikasi ini disampaikan pada Jumat siang setelah ia meninjau langsung kondisi para siswi di sejumlah fasilitas kesehatan.
“Benar, ada beberapa siswi yang mengalami diare sejak kemarin malam. Alhamdulillah kondisi mereka stabil dan rata-rata hanya membutuhkan istirahat,” ujarnya kepada NewsBojonegoro.com.
Sudjarwo menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada bukti yang mengarah pada dugaan keracunan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pada hari Kamis, MAN 1 memang menerima jatah MBG, namun ia sendiri ikut mencicipi makanan tersebut dan tidak mengalami gejala apa pun.
“Belum bisa dipastikan penyebabnya berasal dari MBG. Saya juga makan menu yang sama dan tidak ada reaksi apa pun,” tegasnya.
Berdasarkan keterangan siswi dan pendamping asrama, sebagian dari mereka juga mengonsumsi makanan yang dibeli secara online.
“UGD RSUD Sosodoro Djatikusumo turut meminta sampel makanan yang dibeli online untuk pemeriksaan. Jadi semua kemungkinan masih terbuka,” jelasnya.
Sudjarwo juga menyampaikan apresiasi kepada dapur umum MBG karena menunjukkan sikap tanggung jawab dengan mendampingi para siswi sejak malam kejadian dan menyatakan siap menanggung biaya pemeriksaan, meskipun belum ada bukti yang mengarah pada kelalaian mereka.
Sementara itu, berdasarkan penjelasan tenaga medis, pola gejala yang dialami para siswi tidak menunjukkan karakteristik keracunan massal, karena tidak terjadi dalam waktu bersamaan.
“Diare bisa disebabkan makanan, kondisi tubuh menurun, atau penularan akibat sanitasi yang kurang bersih. Polanya tidak seperti keracunan yang biasanya muncul serentak beberapa jam setelah makan,” terang Sudjarwo menyampaikan penjelasan medis.
Untuk di ketahui. Pada Kamis Para siswi MAN 1 di asrama pondok wilayah Desa Pacul mengonsumsi makanan, baik menu MBG maupun makanan yang dipesan secara online. Kamis malam (sekitar pukul 21.00–23.00 WIB), Keluhan diare dan mual mulai dirasakan sejumlah siswi. Pihak asrama melaporkan kepada guru dan pihak sekolah.
Ambulans pertama datang mengevakuasi siswi ke RSUD Sosodoro Djatikusumo, disusul dua ambulans lainnya. Petugas polisi, TNI, dan tenaga kesehatan turut membantu evakuasi. Evakuasi tambahan dilakukan terhadap siswi lain yang mulai mengalami gejala serupa. Para siswi dirawat di beberapa rumah sakit di Bojonegoro. Tenaga medis melakukan anamnesis dan menelusuri sumber makanan yang dikonsumsi para siswi. Sampel makanan dari pembelian online diminta untuk keperluan pemeriksaan.





























































