NewsBojonegoro.com – Bojonegoro — Anggota DPRD Bojonegoro dari Fraksi Golkar, Ahmad Supriyanto, yang akrab disapa Mas Pri, menggelar Reses Masa Sidang III Tahun 2025 di kediamannya, Desa Gunungsari, Kecamatan Boureno, Jumat (21/11/2025). Puluhan warga hadir menyampaikan berbagai kebutuhan, mulai dari perbaikan jalan lingkungan, peningkatan layanan kesehatan, hingga persoalan pendidikan di wilayah Bojonegoro Timur.
Kegiatan reses kali ini turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Kapolsek Boureno, Danramil Boureno, serta Camat Boureno. Kehadiran para pemangku wilayah tersebut membuat forum semakin lengkap dan memungkinkan diskusi berjalan lebih terbuka, terutama menyangkut pelayanan publik dan kondisi sekolah di lapangan.
Untuk mempercepat penyerapan aspirasi, Mas Pri menyediakan blangko aspirasi yang dapat diisi warga lengkap dengan nomor WhatsApp.
“Dulu saat menerima aspirasi secara langsung, satu hari penuh pun tidak selesai. Karena itu kami sediakan blangko agar semua usulan terbaca dan tidak ada yang terlewat. Aspirasi yang masuk ranah Komisi C akan kami perjuangkan sampai titik darah penghabisan,” tegasnya.
Salah satu isu yang paling sering ditanyakan warga adalah terkait pencairan Bosda. Menjawab hal itu, Mas Pri memastikan bahwa proses pencairan segera dilakukan.
“Tadi saya sudah koordinasi dengan Pak Kepala Dinas, dan Bosda akan segera dicairkan,” jelasnya.
Ia juga menyoroti kondisi beberapa sekolah di Bojonegoro Timur yang dinilai masih perlu perhatian lebih.
“Rasanya kami malu, saya Ketua Komisi C dan Pak Kepala Dinas tinggal di wilayah timur, tetapi masih ada sekolah-sekolah di sana yang kondisinya kurang baik. Karena itu beberapa kepala sekolah kami hadirkan agar bisa mendengar langsung,” ujarnya.
Mas Pri menambahkan bahwa meski perwakilan Desa Kedungrejo tidak dapat hadir, mereka tetap meminta blangko aspirasi. Semua blangko yang terkumpul akan menjadi dasar penting dalam mendorong peningkatan pendidikan dan pembangunan di Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan reses berlangsung hangat dan dialogis. Warga berharap aspirasi yang mereka sampaikan benar-benar mendapat tindak lanjut dalam pembahasan pembangunan daerah.






























































